Press "Enter" to skip to content

Tag: batas wilayah Indonesia

Batas Wilayah Indonesia Secara Astronomis

Batas Wilayah Indonesia Secara Astronomis – Pembahasan ini akan menjelaskan tentang batas wilayah Indonesia secara astronomis. Seperti dianalisis oleh Passow, Miles, Corey, dan Draper (1985), perilaku yang diinginkan dari peneliti tindakan dalam situasi kelompok adalah peneliti tindakan merupakan orang yang tidak merasa bahwa dia memiliki semua fakta dan mengetahui semua jawaban. Dia mencoba mengumpulkan semua fakta dan secara cermat menilai dan menguraikan masalahnya. Dia mesti peka terhadap perasaan kelompok dan kesiapan kelompok untuk mengambil berbagai tindakan. Dia mencoba membantu kelompok menjajagi konteks yang lebih luas dari situasinya dan kemungkinan berbagai penyelesaian. Jadi melalui kerja sama dalam penelitian tindakan orang terlatih mencapai kesepakatan dalam menyelesaikan masalah.

Batas Wilayah Indonesia Secara Astronomis

Berdasarkan letak astronomisnya batas wilayah Indonesia terbagi menjadu dua bagian. Peneliti tindakan umumnya dilakukan oleh para praktisi, seperti guru, pelatih, pengelola, dan pengawas yang selalu peduli akan ketimpangan atau kekurangan yang ada dalam situasi kerjanya dan berkehendak untuk memperbaikinya. Hal ini diperburuk oleh perasaan bahwa kegiatan penelitian hanya layak dilakukan oleh masyarakat kampus yang bergelut dengan kegiatan ilmiah, sehingga para praktisi pada umumnya kurang tertarik untuk melakukan penelitian. Hal-hal itu tidak menguntungkan posisi para praktisi dalam melakukan penelitian tindakan. Akibatnya, tanpa pertolongan konsultan yang ahli dalam penelitian, penelitian tindakan yang dilakukan oleh orang lapangan cenderung kurang dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.

Oleh karena para praktisi ini biasanya berurusan dengan hal-hal yang praktis, mereka kurang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan tentang teknik dasar penelitian. Karena penelitian tindakan memerlukan komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, maka waktu menjadi faktor penghambat. Praktisi yang ingin melakukan penelitian tindakan harus membagi waktunyauntuk melakukan tugas rutinnya dan untuk melakukan penelitian tindakan. Hal itu dapat berakibat pada merosotnya efisiensi dan efektivitas kerja. Mungkin hal itu pulalah yang membuat para atasan enggan mengijinkan bawahannya sebagai praktisi untuk melakukan penelitian tindakan meskipun bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugasnya. Untuk batas wilayah Indonesia dapat diteliti menggunakan alat tertentu.

Proses kelompok dapat berjalan lancar jika pemimpin kelompok itu demokratis, yaitu seseorang yang memungkinkan para anggotanya ikut mengendalikan jalannya diskusi. Untuk dapat berfungsi sebagai pemimpin yang demokratis, sesorang dituntut untuk peka terhadap kebutuhan dan keinginan anggota kelompoknya dalam situasi tertentu. Bila kelompok kurang kompak maka akan mengganggu tercapainya tujuan penelitian tindakan. Demikianlah penjelasan tentang batas wilayah Indonesia.