Press "Enter" to skip to content

Amankan Data Perusahaan Anda Di Cloud Dengan 5 Cara Ini

Apple, Amazon serta Microsoft merupakan tiga perusahaan yg dianggap mempunyai standar paling baik sebagai penyedia layanan cloud. Namun, ketiganya sudah diretas di masa lalu.

Berdasarkan data dari Alert Logic, firma keamanan cloud, dari tahun ke tahun, agresi awan akan meningkat sampai 45 persen. Sementara Forrester Research berkata bahwa selagi 5 tahun ke depan, perusahaan akan menghabiskan USD2 miliar (RM27.78 triliun) untuk menambah keamanan cloud mereka.

Baca juga : Jasa Backlink dan Jasa Backlink PBN

Orang alias perusahaan yg paling terancam dengan agresi merupakan yg pertama memakai layanan cloud. Dengan demikian, Fortinet menunjukkan 5 trik untuk menambah keamanan data perusahaan yg tersimpan di cloud.

1. Memahami ruang lingkup cloud
Ada tiga pihak yg butuh dipertimbangkan untuk memakai cloud, yaitu vendor cloud, penyedia layanan cloud, serta perusahaan sebagai pengguna.

Sebelum memilih penjual, ada dua faktor yg butuh Kalian ketahui: layanan keamanan yg disediakan oleh vendor serta vendor keamanan yg mereka undang untuk diajak bekerja sama. Cloud merupakan teknologi dinamis. Oleh sebab itu, Kalian ingin memakai vendor yg dengan cara teratur memperbarui sistem keamanan cloud mereka. Dengan begitu, Kalian tak butuh khawatir mengenai data yg diretas dikala ada tipe ancaman baru.

Bahkan untuk penyedia layanan cloud, satu faktor yg butuh Kalian ketahui merupakan seberapa besar tanggung jawab yg mereka miliki untuk keamanan data serta software yg disimpan di cloud.

2. Sesuaikan sistem keamanan Anda
Ketika Kalian mulai memakai cloud, Kalian wajib mempertimbangkan untuk memperkuat sistem keamanan yg ada. Salah satu faktor mudah yg mampu Kalian perbuat merupakan menunjukkan jalan masuk terhadap karyawan perusahaan sesuai dengan posisinya. Dengan begitu, apabila akun staf perusahaan dicuri, setidaknya perusahaan Kalian mempunyai lapisan keamanan ekstra.

Meskipun deportasi akun merupakan metode lama, itu masih menjadi ancaman besar bagi pemakai cloud. Salah satu metode yg mampu dipakai merupakan memakai metode otentikasi dua faktor. Contoh mudah metode autentikasi dua faktor ada di akun Gmail. Ketika Kalian ingin masuk ke akun Gmail Kalian melewati perangkat baru, Kalian akan memperoleh kode di handphone Anda. Untuk memasukkan akun email, Kalian wajib memasukkan kode sebagai konfirmasi kedua tidak hanya kata sandi.

Otentikasi dua faktor biasanya dipakai oleh bank. Namun, kemudian ditemukan bahwa metode ini tak sepenuhnya aman.

3. Menggunakan enkripsi
Sebaliknya, enkripsi dipakai ketika memigrasikan email serta file. Enkripsi tak menolong menyimpan file alias email perusahaan dari pencurian. Tetapi paling tidak, enkripsi mampu melindungi data perusahaan serta menyulitkan pencuri data untuk menyimak data yg mampu mereka dapatkan.

Oleh sebab itu, Kalian mampu bertanya terhadap penjual cloud mengenai skrip enkripsi yg mereka tawarkan. Kalian butuh tahu bagaimana skema enkripsi yg ditawarkan akan menyediakan enkripsi untuk data yg tak aktif, data serta data yg tak terpakai yg dipindahkan.

4. Gunakan perangkat keamanan virtual
Bahkan, kegunaaan mutlak cloud merupakan untuk memperoleh kegunaaan tambahan dari percakapan. Oleh sebab itu, biasanya alat yg diperlukan untuk melindungi data di cloud bukanlah perangkat fisik, melainkan perangkat keamanan virtual.

Untuk itu, Kalian mampu bertanya terhadap penyedia cloud bagaimana mereka mampu menggunakannya untuk mengamankan lingkungan virtual mereka. Bahkan apabila Kalian memakai cloud langsung alias hibrida, Kalian mampu mempertimbangkan untuk memakai produk keamanan virtual yg berfokus pada kontrol detail.

5. Jangan tutup mata Kalian untuk menyembunyikannya
Shadow IT merupakan penggunaan layanan cloud yg tak sah dari perusahaan. Dan dikala ini, laporan kejadian ini semakin meningkat.

Contoh paling sederhana dari citra TI merupakan ketika seseorang dari perusahaan membuka data perusahaan memakai perangkat mereka sendiri. Kemungkinan besar, data diunduh ke perangkat yg ia gunakan. Data ini mampu dikirim oleh karyawan ke penyimpanan cloud lain – yg mungkin tak aman semacam perusahaan – tanpa sepengetahuan perusahaan. Ini mampu membahayakan data perusahaan.

Cara paling manjur untuk menangani bayang-bayang TI merupakan mendidik karyawan mengenai penggunaan teknologi yg tepat. Selain itu, perangkat untuk pemantauan jaringan juga mampu digunakan.