Press "Enter" to skip to content

Inilah Tips Aman Mengatasi Alergi Susu ASI Pada Bayi

Si kecil mengalami alergi susu? Maka inilah tips aman untuk Mengatasi alergi susu pada buah hati anda. Anak-anak termasuk anak di bawah usia tiga tahun atau batita tentu saja masih sangat membutuhkan susu sebagai satu asupan pokok bagi pertumbuhan dan juga perkembangannya. Bahkan pada usia ini, sejatinya buah hati anda belum diperkenankan untuk mengkonsumsi makanan lain selain susu. Jika diperbolehkan pun tentu saja dengan ketentuan atau syarat tertentu sehingga keamanannya bisa terjamin.

alergi susu

Pasti bukan menjadi hal yang baru saat anda mendengar ada anak yang mengalami alergi terhadap susu. Akan tetapi pernahkah anda mendengar ada anak atau bayi dibawah tiga tahun (batita) yang mengalami alergi terhadap air susu ibu atau asi? Tentu ini menjadi hal yang cukup sulit untuk dimengerti karena sejatinya asi adalah asupan yang wajib dan paling penting yang harus diberikan kepada si kecil dbandingkan dengan jenis susu lainnya.

Asi sebagai sumber utama makanan atau asupan untuk buah hati anda yang berfungsi sebagai penunjang tumbuh kembang paling utama. Anak pada usia dibawah tiga tahun atau batita tentu saja sangat membutuhkan asi ini. Akan tetapi bagaimana jika kemudian buah hati anda mengalami berbagai gejala seperti timbuonya eksim atau bintik merah, diare atau mencret, timbul ruam, dan berbagai gejala lainnya? Pada saat yang demikian tak jarang ibu-ibu akan mengira bahwa buah hati Anda mengalami alergi susu atau asi. Ya, ini memang bisa saja terjadi pada si kecil. Akan tetapi diagnosis yang paling tepat ialah setelah anda mengunjungi dokter dan mengkonsultasikan hal ini. Maka jika Anda sudah mendapatkan diagnosis bahwa buah hati anda memang mengalami alergi terhadap air susu ibu atau asi, baru anda bisa mulai mencari tahu bagaimana cara aman untuk bisa mengatasi alergi susu atau asi pada buah hati anda. Akan tetapi sebelumnya perlu anda ketahui bahwa pada dasarnya air susu ibu atau asi eksklusif tidak bisa menyebabkan terjadinya alergi.

Hal ini bahkan disampaikan oleh para dokter. Menurut dr. Nanis Sachrina Sp,A., IBCLC mengungkapkan bahwa terjadinya alergi pada anak bukan berasal dari asi eksklusif akan tetapi lebih pada asupan makanan yang dikonsumsi oleh Anda sebagai ibu yang menyusui. Sehingga kandungan atau nutrisi yang masuk pada buah hati yang sebenarnya menyebabkan terjadinya reaksi alergi pada si kecil. Hal yang paling umum terjadi adalah karena makanan yang dikonsumsi Anda sebagai ibu menyusui umumnya mengandung banyak protein susu seperti misalnya keju, yogurt, butter, susu, dan berbagai jenis makanan lain yang mengandung protein sehingga memicu terjadinya gejala alergi pada buah hati Anda. Umumnya gejala atau reaksi terhadap alergi susu ini muncul pada buah hati anda setelah 2 jam sampai 6 jam setelah Anda makan atau mengkonsumsi makanan berprotein kemudian Anda memberikan asi kepada si kecil. Dan sebenarnya hal ini bukan menjadi masalah saat Anda tidak memiliki riwayat alergi makanan. Akan tetapi tentu saja mengamai dan memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada buah hati anda menjadi penting demi menjaga kesehatannya.

Lalu bagaimana jika ternyata buah hati Anda positif mengalami alergi ASI? Tentu saja selanjutnya Anda perlu mencari tahu cara aman mengatasi alergi susu ASI ini. Dan bukan berarti kemudian Anda harus menghentikan asupan ASI kepada si kecil. Itu bukanlah jalan keluar yang tepat. Karena ASI memiliki begitu banyak nilai gizi yang diperlukan buah hati Anda. Yang perlu anda lakukan untuk mengatasi hal ini ialah mengubah pola makan Anda. Anda pun juga tidak perlu kemudian menghindari berbagai makanan berprotein secara total karena protein tetap memiliki berbagai peranan penting dalam menjaga kesehatan anda.

Yang perlu anda lakukan ialah mengatur makanan dengan diet sehat. Diet sehat pada ibu menyusui ini dilakukan dengan menahan diri untuk memakan makanan tertentu dan mengeluarkan salah satu jenis dari daftar diet Anda. Asupan paling utama yang perlu anda keluarkan adalah yang mengandung protein susu sapi dan turunannya. Selain itu makanan seperti coklat, seafood, telur, minuman yang mengandung kafein juga perlu anda keluarkan dari daftar diet. Misalnya anda mengeluarkan susu sapi dan produk turunannya akan tetapi anda mempertahankan untuk mengkonsumsi telur selama dua minggu. Namun jika hal ini masih menimbulkan alergi anda bisa melakukan hal sebaliknya. Anda juga perlu untuk memperhatikan jumlah kalori yang masuk dalam tubuh anda demi menjaga kesehatan Anda dan buah hati. Dimana jumlah kalori yang direkomendasikan ialah antara 400 hingga 500 kalori. Selain itu penting bagi Anda untuk menghindari seafood terutama ikan yang mengandung protein sekaligus merkuri tinggi. Karena merkuri ini akan sangat beresiko untuk perkembangan otak si kecil.