Press "Enter" to skip to content

Fave Indonesia Mengembangkan Bisnis E-Commerce dengan Sasaran yang Paling Besar yaitu Anak Muda

Fave Indonesia terus melakukan pengembangan bisnis e-commerce diskonnya. Sasarannya yang paling besar adalah anak muda dengan rentang usia 18 tahun hingga 35 tahun. Harapannya, dari segmen usia muda tersebut bisnisnya akan menggembang dua kali lipat. Dimana anda dapat melengkapinya dengan cek resi jne agar konsumen menjadi lebih nyaman.

Yew Wai Kong, Country General Manager Fave Indonesia mengatakan, untuk memenuhi segmen muda tersebut dirinya terus melakukan kerja sama dengan merchant yang memiliki target serupa. Salah satunya adalah kerja sama dengan provider telekomunikasi untuk menukarkan kuota internetnya menjadi tambahan diskon di Fave.

Fave Indonesia Mengembangkan Bisnis E-Commerce dengan Sasaran yang Paling Besar yaitu Anak Muda

“Sekarang kami ada kerja sama dengan XL Axiata sampai akhir tahun. Itu tawaran terunggul didunia karena hanya di Indonesia konsumen bisa tukar sisa kuota pulsa meerkea sebagai tambahan diskon,” ujarnya

Pelanggan XL Axiata bisa menukarkan 500 MB untuk dapat 5%, 1 GB dapat 10% dan 1,5 GB untuk dapatkan15% tambahan diskon. Nantinya kostumer akan mendapatkan kode promo untuk tambahan diskon di Fave Indonesia. Hal ini akan menarik minat pengguna untuk menikmati promo-promo yang dilakukan.

Lain dari itu, untuk membaca pasar, Fave Indonesia juga digawangi oleh anak muda yang lebih mengenal segmennya. Seluruh pekerja di Fave berusia muda dan kreatif, sehingga dirinya mengaku tak kesulitan untuk memenuhi keinginan pelanggannya yang juga mewakili keinginan internal.

“Demografi perusahaan hampir sama dengan konsumen kami, itu rerata usia sekitar 20 tahun hingga 35 tahun. Komposisinya 60% perempuan, 40% sisanya laki-laki,” lanjutnya.

Saat ini, hampir 70% diskon diberikan untuk produk food and beverages, sedangkan 30% sisanya datang dari kecantikan, jasa, travel dan lainya. Yang jelas, dirinya mengatakan kendati menyasar segmen anak muda, dirinya juga akan melanjutkan pelayanan yang sudah diberikan Groupon sebelum diakuisisi.

Selain Fave Indonesia ada juga tips tentang bagaimana cara move on dan salah satunya seperti yang dibawah ini:

Move On dari Barang-barang Mantan

Tak mudah merelakan barang preloved atau bekas pakai, tapi masih berkualitas untuk dijual.

Biasanya ada rasa keterkaitan antara barang-barang tersebut dengan kita; entah itu kenangan atau pemberian seseorang.

Riset e-commerce barang-barang preloved Carousell mengungkap 82 persen orang Indonesia memiliki hingga 29 barang yang tidak terpakai di rumah.

Riset itu dilakukan terhadap 1.000 orang berusia 20-40 tahun. Hasilnya, ada tiga barang paling sering disimpan: mainan dan permainan papan, fashion, dan buku.

Sebanyak 39 persen menganggap barang-barang yang disimpan ada nilai sentimental. Mereka merasa sulit “move one”, karena ada kenangan terkait barang tersebut.

Associate Country Manager Carousell Indonesia Olivia Lautner memberikan tips agar mudah merelakan barang lama.

Pertama, mulai dari mana saja. Nah, tapi Anda bisa mulai dari area paling sering digunakan seperti kamar tidur, dapur, atau ruang tamu

Di tempat itu biasanya terdapat barang-barang yang terselip dan jarang digunakan.

Kedua, sortir barang-barang berdasarkan panduan pertanyaan berikut: kapan terakhir Saya menggunakan barang ini? Atau, bisakah Saya hidup tanpa barang ini?

“Membagi barang-barang tersebut dalam beberapa kategori seperti barang yang dipakai, dijual, didonasikan dan didaur ulang, juga akan membantu proses ini,” ujar Olivia.

Ketiga, tunda membeli barang baru sampai seluruh upaya menyortir barang rampung. Demi menghemat bisa dibuat anggaran alternatif di pasar preloved.

Keempat, berkomitmen untuk melakukan tahapan-tahapan tersebut.

“Jadwalkan waktu untuk memantau rencana Anda dari awal hingga akhir,” kata Olivia.